GAYA KERJA DAN NEGOSIASI (2)

13 02 2010

Gaya kerja adalah himpunan tingkah laku berpola yang ditampilkan di saat berinterakasi dengan orang lain. Dasar dari Gaya Kerja seseorang adalah Nilai dan asumsi yang dianutnya. Nilai dan asumsi ini bisa meliputi : perlu tidaknya ia lakukan hal-hal tertentu, buruk baiknya hal-hal tertentu, maupun benar salahnya pandangan-pandangan tertentu. Singkatnya, sistem nilai dan asumsi adalah kum-pulan dari hal-hal yang oleh yang bersangkutan diyakini sebagai suatu kebenaran.

Ini berarti bahwa:

1)     Gaya kerja bukanlah tingkah laku tertentu, melainkan sekumpulan ting-kah laku yang mempunyai pola. Merokok, melompat dan menangis adalah tingkah laku, dan tingkah laku ini bukan Gaya Kerja.

2)     Tingkah laku yang bukan merupakan bagian dari interaksi dengan orang lain tidak dapat digolongkan sebagai Gaya Kerja.Berdansa dengan mengikuti gaya dan irama tertentu, adalah tingkah laku yang mempunyai pola, tetapi tetap bukan merupakan Gaya Kerja
3)     Beberapa tingkah laku yang mungkin muncul dalam situasi kerja, tetapi bukan didasari oleh Sistem Nilai dan Asumsi, juga tidak termasuk sebagai Gaya Kerja.
4)     Gaya kerja bukanlah tingkah laku itu sendiri, melainkan sebuah abstraksi persamaan-persamaan yang muncul dalam berbagai tingkah laku konkrit. Gaya kerja X misalnya, ditandai oleh cara bertanya yang berbelit-belit, cara menjelaskan yang tidak to the point, cara mengambil kesimpulan yang mengabaikan detail informasi, dan lain-lain.

Macam-macam Gaya Kerja

Berdasarkan pola tingkah laku yang ditampilkan seseorang dalam interaksi kerjanya dengan orang lain, kita menggolongkannya ke dalam salah satu dari lima gaya kerja yaitu: Gaya Komandan, Gaya Pelayan, Gaya Seniman, Gaya Birokrat, atau Gaya Manajer. Kelima gaya kerja ini disebut Gaya Kerja Utama, karena disamping kelima gaya ini masih ada gaya-gaya lainnya. Akan tetapi kelima gaya kerja ini adalah gaya-gaya yang paling sering dijumpai.

Perlu diketahui bahwa seseorang mungkin saja menampilkan lebih dari satu macam gaya kerja. Seseorang yang biasanya menampilkan gaya komandan, mungkin saja kadang-kadang menampilkan pula gaya Birokrat. Ada juga ke-mungkinan bahwa sewaktu ia akan menampilkan gaya manajer atau bahkan gaya pelayan. Tetapi walaupun demikian, umumnya ada satu macam gaya yang lebih sering ditampilkan seseorang. Gaya yang sering ditampilkan ini disebut sebagai gaya primer, sementara yang nomor dua sering, disebut sebagai gaya sekunder.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: