GAYA KERJA DAN NEGOSIASI (4)

13 02 2010

Perbandingan Antara Ciri-ciri Gaya Kerja

Nilai dan Asumsi

KOMANDAN :  “Orang pada umumnya hanya memikirkan kepentingan pri-badi dan kita harus berjuang – kalau perlu dengan kekeras-an untuk memenangkan kepentingan kita”

PELAYAN       :  “Hubungan baik akan banyak sekali membantu dalam men-jalankan pekerjaan yang melibatkan orang lain kita harus berusaha menjaga perasaan orang lain”

SENIMAN       :  “Tanpa saya dunia akan berputar. Tidak ada gunanya saya repot-repot memikirkan kepentingan orang lain, mereka tokh juga tidak memikirkan kepentingan saya”.

BIROKRAT     :  “Peraturan akan mengamankan segala-galanya, yang pen-ting ikuti peraturan yang ada. Pada dasarnya orang mau me-ngikuti peraturan kalau kita pun berpegangan pada pera-turan itu”.

MANAJER       :  “Usulan orang lain belum tentu bertujuan merugikan saya, karena itu ada baiknya memperhatikan usulan orang lain. Yang penting, kita berusaha mencapai yang terbaik untuk semua pihak”.
Dalam Mempelajari Tawaran Pihak Lain
KOMANDAN :  Sangat cepat menarik kesimpulan terhadap usulan yang dia-jukan pihak lain, dan jarang memikirkan kemungkinan-ke-mungkinan penafsiran lain (dari penafsiran yang pertama). Umumnya bersifat curiga bahwa usulan yang diajukan pihak lain, hanya untuk kepentingan pihak lain.
PELAYAN       :  Yang diperhatikan adalah sejauh mana tawaran itu beraki-bat pada hubungan interpersonal di antara para anggota de-legasi. Yang diperhatikan adalah kepentingan masing-ma-sing pribadi, bukan kepentingan kelompok yang diwakili oleh masing-masing pribadi, bukan kepentingan kelompok yang diwakili oleh masing-masing pihak.
SENIMAN       :  Yang dipelajari hanyalah dampak penawaran itu terhadap kepentingan pribadinya, bukan dampak terhadap kepenting-an kelompok yang ia wakili.
BIROKRAT     :  Yang dipelajari adalah sejauh mana tawaran itu sesuai de-ngan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini ia ti-dak mempersoalkan kepentingan pribadi maupun kepenting-an kelompok yang ia wakili.
MANAJER       :  Sangat berhati-hati dalam menafsirkan suatu tawaran selalu berusaha memperoleh kejelasan mengenai arti/penafsiran yang mungkin diberikan terhadap rumusan penawaran terse-but baik bagi kepentingan kelompok yang diwakilinya mau-pun kelompok yang diwakilinya pihak lawan.

Dalam Mengajukan Penawaran
KOMANDAN :  Mengajukan penawaran yang terutama menguntungkan pi-haknya dan dirinya sendiri secara pribadi. Merasa bahwa yang diajukan adalah penawaran yang terbaik yang seharus-nya diterima oleh pihak lain. Sulit untuk menerima bahwa tawaran yang diajukan memiliki kelemahan.

PELAYAN       :  Jarang mengajukan “penawaran tandingan”, umumnya lebih sering beraksi secara pasif terhadap tawaran yang diajukan pihak lain. Kalaupun mengajukan penawaran berusaha agar pihak lain tidak tersinggung dengan tawaran yang diajukan. Lebih mendukung tawaran yang diajukan oleh pihak orang lain, baik orang yang menjadi anggota delegasi, maupun orang yang bukan anggota delegasinya.
SENIMAN       :  Secara tegas mengatakan apa yang ia inginkan, pada umum-nya tawaran yang ia ajukan berorentasi pada kepentingan pribadinya.
BIROKRAT     :  Mengajukan tawaran yang menurut anggapannya sesuai de-ngan norma atau peraturan yang berlaku.
MANAJER       :  Mengajukan penawaran yang dianggapnya merupakan alter-natif terbaik bagi kepentingan semua pihak. Diajukan belum tentu merupakan alternatif yang terbaik, dan karena itu meli-hat forum negosiasi sebagai forum bertukar pikiran untuk menentukan alternatif yang terbaik.

Dalam Mengomentari Tawaran
KOMANDAN :  Sangat cepat memberikan persetujuan atau penolakan terha-dap penawaran yang diajukan, dan umumnya menyertakan argumen bagi penolakan atau penerimaan tidak segan untuk mencela kelemahan tawaran pihak lain.
PELAYAN       :  Sangat berhati-hati dalam mencela tawaran pihak lain. Ko-mentar yang diberikan sering kali tidak “genuine”. Tidak be-nar-benar sesuai dengan pendapat pribadinya. Lebih mudah untuk mengemukakan butir-butir yang diterimanya dari pada mengemukakan keberatan-keberatannya.
SENIMAN       :  Tidak banyak memberikan komentar. Lebih suka untuk se-cara tegas mengatakan setuju atau tidak setuju. Persetujuan diberikan bukan atas dasar “baik” atau “buruknya” tawaran itu, tetapi berdasarkan mengganggu tidaknya tawaran itu ter-hadap kepentingan pribadinya.
BIROKRAT     :  Berusaha untuk menunjukkan penyimpangan (kalau ada) da-ri norma-norma yang umumnya berlaku.
MANAJER       :  Berusaha untuk memberikan komentar yang obyektif terha-dap tawaran yang diajukan, mengatakan secara terus terang bagian mana yang disetujui dan bagian mana yang tidak di-setujui, serta memberikan argumen-argumen.

Dalam Mengendalikan Konflik
KOMANDAN :  Berusaha menenangkan konflik dengan wewenang atau ke-kuasaan yang dimiliki. Tidak merasa terganggu oleh kete-gangan emosional yang timbul selama berlangsungnya kon-flik.
PELAYAN       :  Berusaha meredakan ketegangan emosional yang timbul se-bagai akibat konflik. Meminta agar semua pihak menahan diri. Dan bersedia mengalah demi memelihara ketenangan. Yang ingin disesuaikan adalah ketegangan emosionalnya, bukan konflik.
SENIMAN       :  Tidak peduli dengan ketegangan emosional yang berlang-sung, tetapi juga tidak berusaha agar pihak lain mengikuti ja-lan pikirannya, “Terserah orang lain maunya apa, pokok sa-ya mau begini”.
BIROKRAT     :  Tetap berusaha menggoalkan alternatif yang dianggapnya paling sesuai dengan ketentuan yang ada.
MANAJER       :  Berusaha untuk mencari inti perbedaan yang ada dan mena-warkan alternatif lain yang mungkin diterima oleh kedua belah pihak.

Dalam Mengambil Keputusan
KOMANDAN :  Mengambil keputusan yang di anggapnya baik tanpa peduli ada pihak yang tidak setuju dengan keputusannya. Berusaha menggunakan wewenang untuk memaksakan keputusannya/ pendiriannya
PELAYAN       :  Jarang mau secara tegas mengambil keputusan yang di ten-tang oleh pihak lain. Lebih suka bila keputusan bisa diambil melalui pungutan suara.
SENIMAN       :  Tidak terlalu peduli apakah keputusannya disetujui atau ti-dak oleh pihak lain.
BIROKRAT     :  Jika berwenang mengambil keputusan, maka ia cukup berani mengambil keputusan walaupun ada yang menentang. Pu-tusan yang diambil akan berdasarkan peraturan yang ber-laku.
MANAJER       :  Berusaha mengambil keputusan yang disepakati oleh semua pihak. Berusaha untuk menjelaskan akibat dari putusan yang akan diambil. Selalu mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum kesimpulan. Mencek lebih jauh apakah pihak lain benar-benar puas dengan keputusan yang akan diambil.

Dalam Menyiapkan Lobby

KOMANDAN :  Tidak percaya pada manfaat yang dapat dihasilkan oleh su-atu hubungan yang bersifat informal, tetapi tetap berusaha untuk hadir dalam acara yang bersifat formal.
PELAYAN       :  Sering menunjukkan simpati pada mereka yang mendapat-kan kesusahan berusaha untuk membina hubungan pribadi yang informal, tetapi dalam kesempatan-kesempatan infor-mal jarang mengadakan pembicaraan yang bersifat peker-jaan.
SENIMAN       :  Tidak mau berusaha payah menyiapkan lobby
BIROKRAT     :  Tidak menganggap perlu untuk membina hubungan informal dalam bentuk lobby
MANAJER       :  Percaya pada manfaat dari hubungan informal dengan pihak lain, dan sering menggunakan kesempatan-kesempatan in-formal untuk juga membicarakan masalah yang berkaitan dengan kerja.

Catatan Kepustakaan

Konsep GAYA KERJA pertama kali dirumuskan oleh TIM SS-IRD. Sebuah tim yang bertugas mengembangkan program pelatihan untuk para awak konpit PT. Garuda Indonesia Airways. Konsep ini merupakan modifikasi dari teori Black and Mouton tentang Managerial grid. Catatan-catatan tentang rumusan gaya kerja ini umumnya merupakan material yang dipublikasikan, kecuali dua buku yang disebut di bawah ini:

TIM SS-UD            :  Cockpit Human Interaction Managernya (TEXT) PT. Iradat Jakarta 1983.

Matindas, R             :  Gaya Kerja, dalam Budhiman dan Gantika (eds) Cooperate Human Interaction Manajement (participant Text). PT. Iradat Jakarta. 1988.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: