Menangkap karbon dengan tembaga

23 03 2010

Sebuah tim peneliti di Belanda membuat suatu perangkap yang dapat membuang karbon dioksida keluar dari udara.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Elisabeth Bouwman pada Leiden Institute of Chemistry di Universitas Leiden, telah mengembangkan selective copper complex – predisposed untuk menangkap CO2 dan meniadakan gas – gas atmospheric lainnya. Sama pentingnya, CO2 yang terperangkap dapat dipindahkan melalui elektrokimiawi, dengan membutuhkan potensi listrik relatif kecil untuk menggantikan elektron – elektron yan hilang.

Suatu larutan dari perunggu kompleks ini menyerap karbon dioksida saat terekspos ke udara. Kompleks ini mempunyai dua lokasi ikatan. Saat tim ini memahami prosesnya, atom – atom oksigen dari molekul CO­2 yang datang mengikat pada setiap atom – atom tembaga. Atom – atom karbon dari dua molekul mengikat satu dengan lainnya, dengan menciptakan suatu jembatan oksalat antara kedua ion – ion tembaga tersebut.

Kompleks perunggu dinuclear (I) teroksidasi ke udara oleh karbon dioksida ketimbang oksigen

Untuk menghilangkan oksalat sehingga kompleks tembaga dapat berputar keliling, tim ini menambahkan garam lithium pada larutan dan diaplikasikan potensial relatif -0.03V terhadap elektroda hidrogen normal. Ikatan lithium oksalat, conveniently precipitating out of the solution, dan  potensialnya, mengurangi ion – ion perunggu. Selama tujuh jam pekerjaan, tim ini menyelesaikan pemindahan enam lingkaran karbon dioksida, CO2 yang bergelembung dalam larutan kompleks perunggu dan kemudian memindahkan oksalat dengan garam, yang menunjukkan bahwa kompleks perunggu tersebut merupakan CO2 scrubber yang dapat digunakan.

Karbon dioksida terikat diantara dua molekul tembaga kompleks dan dirubah ke oksalat

Selama tiga jam ini seperti keajaiban kecil, tetapi setelah itu, oksalat lithium build-up mulai menekan elektroda – elektroda tersebut. Praktisnya, lapisan endapan akan dihasilkan, dan oksalat tersebut bisa diubah kedalam bahan kimia yang bermanfaat seperti methanol, formaldehyde, ethylene glycol, anti beku, atau asam oksalis, yang digunakan dalam restorasi kayu dan beberapa alat pembersih rumah tangga.

‘Studi kami murni sesuatu yang fundamental dan hasil temuannya akan memerlukan banyak sekali studi – studi tambahan sebelum hal ini mungkin dapat diaplikasikan pada bidang perindustrian,’ kata Bouwman. Kebutuhan bagi sebuah listrik potensial berarti bahwa penangkapan karbon akan tetap berlangsung.

‘Artikel ini menjelaskan suatu porsi yang impresif dari ilmu kimia anorganik,’ kata Johannes Notni, seorang ahli dalam kekomplekan metal pada transisi ikatan karbon dioksida pada Technical University of Munich, Jerman. Namun begitu, dia yakin bahwa kimiawi manusia tidak akan pernah dapat melakukan keefesiensian alamiah dalam mengubah karbon dioksida menjadi bahan bakar. ‘Dengan tujuan untuk melakukan yang terbaik dalam perlindungan cuaca, hal ini muncul sebagai hal yang paling menjanjikan untuk mengurangi sedikit sekali proses fotosintetis pada perindustrian – dengn kata lain, untuk menjaga hutan hujan dan habitat alamiah lainnya tercemar karbon dioksida.’

Kate McAlpine(http://www.chem-is-try.org)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: